Kamis, 28 April 2011

Makalah Khasiat Daun Sirih


Tanaman Sirih Sebagai Bahan Baku Pembuatan Jamu dan Ramuan Tradisonal Masyarakat  Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri




Nama   : Chandra Adi Prabowo
NIM    : K4309020
Prodi   : Pendidikan Biologi (SBI)


Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
Surakarta


BAB I
PENDAHULUAN

            Indonesia sebenarnya menyimpan banyak sekali kekayaan alam yang sangat mahal harganya, misalnya saja kekayaan laut, hutan, aneka satwa, tumbuhan dan lain sebagainya, namun karena kurangnya kemampuan untuk mengolah itu semua kita menjadi bangsa yang konsumtif terhadap produk-produk dari luar. Padahal sebenarnya kita memiliki bahan baku yang melimpah.
            Indonesia yang terletak di daerah tropis sangat mendukung hidup tanaman yang beraneka ragam dan tanaman-tanaman tersebut memiliki banyak sekali kegunaan. Salah satu contohnya adalah kekayaan tanaman obat di sekitar kita.
            Makalah ini akan membahas tentang salah satu tanaman obat yang mungkin jarang digunakan masyarakat di perkotaan karena mungkin lebih memilih membeli obat di apotek, namun ada sebagian kecil masyarakat kita terutama di pedesaan yang masih menggunakan tanaman ini untuk mengobati berbagai macam penyakit, tanaman tersebut adalah sirih atau dalam bahasa latin disebut piper betle. Tanaman sirih dipilih karena memiliki banyak sekali manfaat dan dapat mengobati berbagai macam penyakit. Bahkan telah dilakukan penelitian ilmiah terhadap tanaman yang satu ini dan hasilnya memang sirih mengandung zat-zat yang sangat berguna untuk pengobatan penyakit-penyakit seperti mimisan, radang mata (belekan), penambah nafsu makan, saikit gigi, bahkan penyakit-penyakit yang sukar disembuhkan seperti diabetes dan jantung.
            Oleh karena itu penulis akan menjelaskan tentang kandungan yang terdapat dalam tanaman sirih tersebut beserta contoh pembuatan ramuan menggunakan tanaman sirih sebagai bahan utamanya dan agar isi dari makalah ini lebih akurat dan sesuai dengan fakta yang terjadi maka penulis sengaja menggunakan metode wawancara kepada beberapa orang tabib/dukun dan produsen jamu tradisional di wilayah kecamatan nguntoronadi kabupaten wonogiri yang masih menggunakan tanaman tersebut sebagai bahan utama ramuan-ramuan atau jamu sebagai obat herbal.



BAB II
TANAMAN SIRIH SEBAGAI TANAMAN HERBAL MULTIGUNA

Sirih (Piper betle)  merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.
Biasanya daun sirih banyak dimanfaatkan oleh orang-orang tua untuk “nginang” atau yaitu mengunyah daun sirih yang dicampur dengan bahan-bahan lain seperti gambir, pinang, dan kapur. Menurut Warinah (70 tahun) warga desa Bulurejo kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri yang hingga sekarang masih mempertahankan kebiasaan ini, nginang bertujuan untuk menjaga gigi agar tetap kuat dan tidak mudah keropos. Tradisi nginang ini telah ada sejak nenek moyangnya dan diwariskan secara turun temurun hingga sekarang. Akan tetapi menurutnya tanaman sirih memiliki banyak kegunaan lain misalnya untuk mengobati belekan (sakit mata), sakit gigi karena berlubang, bisul, luka bakar, obat batuk, bahkan bisa digunakan untuk menghilangkan bau badan.
Selain itu ternyata sirih juga memiliki nilai ekonomis tinggi karena beberapa produsen jamu tradisional sengaja membudidayakan tanaman ini sebagai salah satu bahan utama untuk membuat jamu-jamu tradisional tersebut. Wiwin (31 tahun) seorang produsen sekaligus penjual jamu yang masih bertahan hingga saat ini mengaku memang untuk jamu yang berbahan dasar sirih memang rasanya cenderung pahit dan kurang sedap baunya, tapi meskipun demikian jumlah pelanggan yang memesan jamu ini karena khasiatnya yang dipercaya sangat ampuh contohnya saja jamu kunci sirih yang terbuat dari  bahan-bahan seperti daun kunci dan daun sirih ditambah dengan beberapa bahan lain yaitu jambe beluntas dan kencur.
Jika dilihat dari segi ilmiah tanaman sirih memang mengandung banyak sekali zat-zat yang berguna misalnya saja kandungan minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap. Selain zat-zat diatas masih terdapat beberapa kandungan zat kimia lain, misalnya Kandungan kimia yang terdapat dalam sirih diantaranya adalah Flavonoid, Polivenol,alkoloid, tanin, saponin, hidroksikaficol ,kavibetol, allylprokatekol, karvokrol, eugenol, P-cymene, cineole, coryofelen, kadimen, ekstragol, terpenana, dan fenil propoda.
Suatu penelitian yang dilakukan dengan media tikus putih membuktikan bahwa rebusan daun sirih yang diberikan kepada tikus putih yang telah terkena diabetes dapat menurunkan kadar gula dalam darah pada tikus putih tersebut ini membuktikan bahwa Sirih dapat digunakan sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah dan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh penderitadiabetes militus yang di konsumsi secara rutin. selain berkhasiat sebagai pengontrol dan penurun kadar gula darah dalam tubuh sirih juga dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit-penyakit lain seperti Hipertensi, radang lever, radang prostat, radang mata, keputihan maag, kanker payu darah, nyeri sendi dan juga dapat dimanfaatkan sebagai penjaga stamina.
selain sebagai obat sirih merah juga di manfaatkan oleh masyarakat wonogiri sebagai uborampe dalam acara-acara adat yang digunakan untuk ngadi saliro dan juga digunakan sebagai alat kecantikan oleh para wanita sebagai penghalus kulit. Kandungan karvakol pada daun sirih merah bermanfaat sebagai desenfektan, dan anti jamur, sehingga berfungsi sebagai obat kumur dan obat keputihan.
Kandungan senyawa eugenol berfungsi sebagai obat pereda nyeri atau analgetik. kandungan tanin berfungsi sebagai penyembuh sakit perut khusunya diare dan juga dapat digunakan sebagai obat antiseptik pada luka. Sirih merah juga dapat dibudidayakan karena tanaman ini bernilai ekonomis sangat tinggi 4 – 5 lembar daun sirih merah mencapai harga 7 – 15 ribu rupiah sehingga dapat digunakan sebagai mata pencaharian
Ramuan Tradisional Sirih Merah
Obat Keputihan
Pada awal tahun 2002, di sebuah desa di lereng Gunung Merapi, herbalis Bambang Sadewo, penulis buku Basmi Penyakit dengan Sirih Merah, secara tidak sengaja menemukan tanaman sirih merah. Warna bagian bawahnya merah mengkilap dengan bentuk daun tidak berbeda dengan sirih hijau. Tamanannya menjulur memanjang dan beruas.Rasa daun sirih merah sangat pahit. Aromanya lebih tajam bila dibandingkan dengan sirih hijau.
Meski kandungan kimia tanaman ini belum diteliti secara detail, dari hasil krematogram diketahui daun sirih merah mengandung flavonoid, senyawa polevenolad, tanin, dan minyak atsiri. Efek zat aktif yang terkandung daun sirih merah dapat merangsang saraf pusat dan daya pikir.
Daun sirih merah memiliki efek mencegah ejakulasi dini, antikejang, antiseptik, analgetik, antiketombe, mengendalikan gula darah, lever, antidiare, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meredakan nyeri. Juga dipercaya mampu mengatasi radang paru, radang tenggorokan, radang gusi, hidung berdarah atau mimisan, dan batuk berdarah.

Ekstrak daun sirih merah juga mampu mematikan jamur Chandida albicans penyebab sariawan. Selain itu, berkhasiat mengurangi sekrasi pada liang vagina, keputihan dan gatal-gatal pada alat kelamin, sekaligus sebagai pembersih luka (efek antiseptik).

Secara empiris ekstrak daun sirih merah dalam pemakaian tunggal atau diformulasikan dengan tanaman obat lain mampu membatasi aneka keluhan. Contohnya gangguan gula darah, peradangan akut pada organ tubuh, luka yang sulit sembuh, kanker payudara dan kanker rahim, leukemia, TBC dan radang hati, wasir, jantung koroner, darah tinggi, dan asam urat.

Hasil penelitian Andayana Puspitasari, Apt., dari Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta, sirih merah mengandung flavonoid, alkoloid, senyawa polifenolat, tannin dan minyak atsiri. Memanfaatkan daun sirih merah ini, selain dalam bentuk segar, bisa juga dengan teknik pengeringan memakai sinar matahari.
Herbalis Bambang Sadewo menjelaskan, rajangan dauh sirih merah yang telah 60 persen kering ditempatkan di tampah yang ditutup dengan kain hitam transparan. Penutupan dengan kain ini agar daun tidak kabur terbawa angin.
Setelah kering benar, daun sirih merah dimasukkan ke dalam kantong plastik tebal transparan atau bening. Tujuannya, agar kualitas sirih merah tetap terjamin dan bisa bertahan hingga satu tahun.
Menurut H. Zaenuri (60 tahun)  pemilik sekaligus tabib sebuah pengobatan herbal di kota wonogiri daun sirih terutama sirih merah dapat diramu untuk campuran berbagai macam obat, berikut ini beberapa jenis ramuan yang berhasil penulis dapatkan dari keterangan beliau:
1.      Jantung
Ramuan tunggal:
- Ambil daun sirih berukuran sedang sebanyak 3-4 lembar atau ukuran kecil 6-8 lembar. Cuci bersih, kemudian diiris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa 2 gelas, lalu saring. Ramuan ini diminum selagi hangat, dua kali sehari sebelum makan. Sekali minum satu gelas.
Ramuan dengan tanaman obat lain:
- Siapkan daun sirih ukuran sedang sebanyak 3-4 lembar, daun asam 30 gram, belimbing sayur 2 buah, umbi dea kering 3 gram dan daun gingseng 4 lembar. Semua bahan dicuci bersih, diiris kecil-kecil, lalu direbus dengan tiga gelas air (600 ml) hingga tersisa 1,5 gelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari selagi hangat. Bisa ditambah satu sendok teh madu. Sekali minum setengah gelas.



2. Diabetes
Ramuan tunggal:
- Petik tiga lembar daun sirih setengah tua dan daun keenam atau ketujuh dari pucuk. Cuci bersih semua daun, kemudian iris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak tiga gelas (600 ml) sampai mendidih dan tersisa 1,5 gelas. Minum sehari tiga kali sebelum makan, sekali minum setengah gelas.
Ramuan dengan tanaman obat lain:
- Ambil tiga lembar sirih ukuran sedang, 40 gram kulit kayu gayam yang sudah dibersihkan bagian luarnya, dan 30 gram kulit kayu jamblang kering. Bahan-bahan ini diseduh dengan 2 gelas (400 ml) air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Saring, minum sehari dua kali tiap pagi dan sore hari sebelum makan. Sekali minum setengah gelas.
3. Organ mulut
- Daun sirih segar sebanyak 5 lembar, dicuci dan direbus dengan dua gelas (400 ml) sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Dinginkan, dan pakai untuk obat kumur tiga kali sehari.
Catatan: Ramuan ini sangat baik untuk mengobati gusi berdarah, sariawan, gigi berlubang, bau mulut, dan radang tenggorokan.
4. Batuk atau penambah nafsu makan
- Siapkan daun sirih yang tidak terlalu tua sebanyak 10 lembar, cuci, kemudian rendam dalam alkohol 70 persen selama 30 menit agar bakteri yang menempel pada daun mati. Daun sirih ditambah gula putih 100 gram direbus dengan air 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah dingin, tuangkan ke dalam botol yang bersih dan steril. Ramuan ini bisa diminum tiga kali sehari, sekali minum satu sendok makan.


5. Organ kewanitaan
- Daun sirih tua sebanyak 8 lembar dicuci bersih, kemudian diiris-iris selebar 1 cm. Rebus dengan air 800 ml sampai mendidih. Setelah dingin, dipakai untuk membersihkan organ kewanitaan dua kali sehari.

6. Radang mata
- Ambil daun sirih yang agak muda (daun kelima dari pucuk) sebanyak 4 lembar, cuci bersih. Rebus dengan air dua gelas hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah dingin, air tersebut digunakan untuk merendam mata yang sakit.
Cara pemakaian: Mata dibersihkan (cuci muka) kemudian direndam dengan air rebusan sirih secukupnya menggunakan gelas khusus. Gunakan tidak lebih dari tiga kali sehari agar tidak terjadi iritasi pada lapisan mata.
Dari kiathidupsehat.com dan berbagai sumber



BAB III
PENUTUP

            Setelah melihat betapa banyak manfaat dari tanaman sirih di atas kita seharusnya mulai berpikir untuk kembali menggunakan hal-hal yang bersifat alami dan tidak terus menerus bergantung pada obat-obatan dari bahan kimia yang tentu mempunyai dampak negatif pada tubuh kita karena terbukti tanaman sirih juga mengandung zat-zat yang mungkin hampir sama dengan kandungan dalam obat-obat yang dijual di apotek.
            Dan hal itu telah dibuktikan oleh banyaknya masyarakat kota Wonogiri yang menggunakan tanaman sirih sebagai pengganti obat-obatan dari apotek mengingat semakin tingginya harga obat dan khasiat dari tanaman sirih yang juga tidak kalah manjur jika dibandingkan dengan obat-obat dari bahan kimia.
            Bukan hanya tanaman sirih, masih banyak tanaman-tanaman asli indonesia lain yang memiliki manfaat luar biasa, sehingga sebagai seorang sains kita dituntut untuk bisa mengembangkan apa yang dimiliki oleh bumi ini menjadi sesuatu yang berguna dimasa yang akan datang.



Daftar Pustaka
Thomas A.N.S.1989. Tanaman Obat Tradisional I. Kanisius : Yogyakarta
Santoso. Hieronymus Budi. 2008. Ragam & Khasiat Tanaman Obat. PT Agromedia Pustaka: Jakarta
Rini Damayanti Moeljanto dan Mulyono. 2003. Khasiat & Manfaat Daun Sirih. PT Agromedia Pustaka: Jakarta
www.iptek.net.id diakses tanggal 1 maret 2011 19:50
www.tanaman-obat.com diakses tanggal 1 maret 2011 20:04






Biodata Narasumber 1
Nama               : Warinah
TTL                 : Wonogiri, tahun 1941 (Tanggal dan bulan tidak diketahui)
Alamat                        : Gloto RT 03 RW 02 Bulurejo Nguntoronadi Wonogiri
Pekerjaan         : Dukun (Pengobatan Alternatif)
Biodata Narasumber 2
Nama               : Wiwin Harjanti
TTL                 : Wonogiri, 5 Desember 1980
Alamat                        : Gloto RT 04 RW 02 Bulurejo Nguntoronadi Wonogiri
Pekerjaan         : Penjual Jamu
Biodata Narasumber 3
Nama               : H. Zaenuri
TTL                 : Pacitan, 28 September 1951
Alamat                        : Jl. Sawo 2 Kedungrejo Nguntoronadi Wonogiri
Pekerjaan         : Pemilik dan Ahli Pengobatan Alternatif 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar